Teruntuk Suamiku
Duhai suamiku, aku memilihmu karena halus perangaimu aku memilihmu karena gigih dan tekun upayamu tuk mencuri hatiku aku memilihmu karena sinar sabar terpancar dari matamu Duhai suamiku, jika kau menganggapku mawar berduri ditepian jurang. Maka kau hujan yang menyiram bumi usai kemarau panjang jika kau menganggapku mutiara hitam yang langka. Maka kau kristal indah yang harus kujaga dari goresan dan jatuh membuyar
Duhai suamiku, kau simpan hatiku dalam pualam yang meneduhkan, dan akan ku simpan hatimu dalam bingkai lempeng berlian kau menyanjungku bagai ratu, aku akan menobatkanmu sebagai ksatria cinta untukku
Wahai kekasihku, meski aku menikahimu tanpa debar cinta yang kata orang begitu mendebarkan. Aku tahu pasti ada benang halus yang telah mengikat kita sebelum kita bertemu sebelumnya. Aromamu, pancaran auramu tidaklah asing bagiku. Seperti telah ada garis maya yang membuat kita saling terpana diawal jumpa. Tapi itu bukan cinta. Semacam asa perahu yang telah lama mengarungi samudera kemudian menemukan pulau kosong rindu sentuhan.
Wahai kekasihku, jika dalam hatimu masih bertanya-tanya adakah cinta itu dalam hatiku. Cinta itu ada, kekasihku. Cinta itu kini tengah mekar, sejak kuncup malam pertama. Cinta itu berubah menjadi edelweiss putih nun disana. tak akan terjangkau siapa pun kecuali engkau yang telah berhasil membuat peta jalan untuknya. Cinta itu tak akan layu oleh waktu sampai seribu tahun kemudian, bahkan hingga keabadian menjemput.
Wahai kekasihku, jika kau selalu bertanya rindukah aku padamu yang jauh dimata. Aku tak pernah rindu, kekasih. Karena hatimu selalu menemaniku. Karena suaramu terus mengiang dalam ruang dengarku. Karena aroma tubuhmu selalu mengitari langkah-langkahku. Karena wajahmu tak pernah enyah dari mata dan otakku. Walau sering aku ingin bertemu untuk mendengar cerita-cerita hidupmu. Sering aku ingin bertemu untuk memelukmu nyata dalam dadaku. Sering aku ingin bertemu agar ada yang menjaga keseluruhan hidupku dari serangan dunia. Dan sering aku ingin bertemu hanya untuk bermanja denganmu. Tapi kekasihku, ada catatan kisah yang harus kita selesaikan sampai ada kata penutup yang indah.
Wahai kekasihku, aku tahu kau juga merindu ceracau mulut mungil dari rahimku. aku mengerti usia kita tak lagi seperti Tapi kekasihku, ada goresan tinta yang berkata semua akan hadir pada saatnya. Ia akan menjadi buah yang lebih manis dari segala buah yang ada.
Oh gerangan belahan jiwaku, Asaku membumbung bahwa kau akan menjadi yang pertama sekaligus yang terakhir dalam sejarah hidupku. Asaku mengangkasa bahwa kau akan tetap menjagaku sebagai ratu sepanjang jiwa dan ragamu merayapi bumi.
Oh gerangan belahan jiwaku, tetaplah mencintaku tanpa pamrih tetaplah menjadi pangeran seperti dalam dongeng yang senantiasa mengajakku berdansa dalam suka dan duka.
Happy b’day Luv…..
My True Love
a Piece Story of Love
Pertama kali aku melihatnya, jantungku berdecak indah nian bunga itu. Merah merekah senada dengan busana hatiku.
Kupikir kami bisa sepakat tentang hidup karena warna kami sama. Berhari-hari ku memujanya, menunggu saat tepat untuk memetiknya. Menyiapkan wadah terindah bagi kehadiran sang pesona.
Matahari telah mengemas ketika aku mengayun nada demi menyunting indahnya. Dia diam dalam tatap angkuh. Aku berlagu dalam tawa, dia mencibir.
Dalam degup yang membara ku beranikan tanganku terulur tuk menyentuhnya. Ouch.....
Warna merah semakin membuatku merah. Ada perih menggelayut.
Ah kawan, aku lupa sesuatu.
Mawar itu sungguh berduri. Bodohnya aku tak menyadari hingga aku tertusuk hingga ke dada.
Akhirnya yang kudapat hanya titik embun menyudut dikelopak mata.
Inilah nada-nada cinta yang kuuntai untuk memetiknya kawan,
dengarlah.....
Dear Mr Rose
Tahukah kau?
Sejak itu aku menjadi gila,
sungguh tergila-gila pada pancaran gerak lakumu
melupakan realita penantian lalu yang bersisa sia-sia
Entahlah,
Otakku mendadak buntu, meski aku mungkin cukup ahli dalam hal menggombal lewat tulisan
Kali ini aku terperangkap dalam lubang hitam kata, tanpa dasar hingga aku tak bisa keluar tuk berucap sebagaimana rasaku sesungguhnya
Terjebak dalam tuntunan nafsu
Gelisah dengan detik mengangan tentang dirimu
Kebimbangan menonjok telak ke jiwa. Membuat aku limbung memilih antara kebohongan atau kenyataan
Meski hati tak pernah bisa menipu hasrat setiap kehadiran selintas bayangmu
Ingin kembali menatapmu tanpa perlu kau berpaling padaku
Tanpa perlu menyentuh palung hatimu yang bukan untukku
teguhlah pada cintamu
Aku begitu takut mengakui bahwa ada getaran aneh yang menggerogoti status quoku
Aku terlalu naïf dengan menganggap percakapan sekejap dulu bukanlah mula atau bukanlah apa-apa
Ternyata aku salah
Itu awal bagi kebangkitan rohku yang suri
Menerbitkan harapan bahwa esok engkaulah sang pemberi hadiah pernikahan yang indah
Andai kau tak mengerti…..
demikianlah aku
Seorang pemimpi dengan obsesi setinggi Everest yang kelak ingin kudaki
Mustahil!
karena aku tetaplah aku
Si pecundang sok ksatria, pandai berpura-pura tegar sekokoh karang lautan
Tahukah kau?
Karang adalah sosok rapuh yang munafik
Kasat mata begitu perkasa dengan isi keropos berdiam dirongrong air laut kejam
Seorang yang mendadak jadi pengagummu
Seorang bodoh yang tiba-tiba menghamba cinta
Sangat aneh,
karena sekali lagi aku pun tak mengerti arti kegilaan ini
Tak seharusnya aku mendina-hina
menanti uluran tangan nisbimu, laksana si buruk rupa yang bermimpi bersanding dengan si rupawan
Tak seharusnya pula aku merangkai untai konsonan ke vokal dengan terbuka, sedemikian vulgar
Menumbalkan mutiara suci yang terpuja pembawa keanggunan
Menjeratkan diri dalam himpunan cerca kodrati manusia
Menjilati kehormatan kaum hawa
Tolong abaikan saja semua dramatisasi ini
Kecamlah aku!
Kutuki saja aku
tapi jangan kau ludahi ketidakberdayaanku tuk memilih cinta
Anggaplah aku serupa duri yang harus dibuang demi keindahan tanpa melukai siapapun
Anggaplah aku sebagai penggemar gilamu atas hasrat terlarang yang telah mencengkeram asaku
cukuplah dimengerti menjadi rahasia
Hanya kau dan aku
saja.
My Life
Terdampar
Selama aku mengarungi samudera hidupku entah berapa kali aku terdampar dalam pulau asing yang jauh dari pulau impianku.
Tahukah kau kawan,
bahwa pulau impian pertamaku adalah pulau dimana orang akan merasa haus dengan ilmu berlayarku. Aku akan bicara dengan bahasa asing yang akan membuat mereka terpana, bertanya dan menjadi paham akan bahasa yang ku gunakan untuk berbicara.
Sayang, angin kecil tanpa ku sadar telah meniup perahuku menuju pulau yang membuatku bingung untuk melangkah. Apa yang akan kudapat dari pulau yang isinya hanya tentang cara memerintah. Mereka sangat lihai bersilat lidah menghujat yang mereka anggap salah tanpa melihat sudah benarkah mereka dalam bertindak selama ini.
Tak salah kiranya jika pada akhirnya kelak mereka pun akan dihujat balik oleh anak cucu mereka saat telah merasa menjadi wakil rakyat yang benar. Ini tidak akan pernah berakhir, karena yang mereka pelajari hanya demokrasi asal bunyi. Tidak pakai hati, tidak pakai otak.
Mereka berdalih anarkhi bisa mengubah tatanan yang ada. Benar sekali, karena mereka berhasil menghancurkan bentuk fisik dari tatanan itu. Hanya rumah atau gedung saja yang rusak, kawan. Isi mereka tetap sama. Busuk!
Meski aku muak, seluruh sudut pulau itu aku jelajahi sampai tak terasa aku telah menjadi warganya. Sebentuk kertas melabeli nama belakangku menjadi almamater pulau itu.
Tahukah kau kawan,
setelah menyisir pulau yang katanya telah banyak melahirkan ahli negara, aku kembali berlayar berusaha mencari pulau impian yang hakiki.
Sebentuk fatamorgana menyeretku mendekat pada sebuah pulau yang menyerupai pulau impian. Ah, ternyata tak salah. Aku sedang tidak berilusi. Benar ini pulau impian. Tapi kawan, ada selubung tipis yang membuatku tak bisa masuk ke dalamnya.
Aku hanya menjadi penonton tak setia. Aku hilir mudik tak acuh dengan sesuatu yang dulu adalah mimpiku.
Aku hanya pelayan, kawan. Aku melayani mereka yang telah menjadi cita-citaku. Tak ada iri dengki. Tak ada cemburu dengan pencapaian mereka. Tak senang pula aku berdiam di zona antara ini. Yah, aku sadar, ini menyerupai pulau impianku. Tapi sesungguhnya pulau impian yang kucari merupakan jembatan penghubung menuju samudera dengan pulau impian hakiki.
Aku masih dalam kubah yang nyaman. Setidaknya, aku sedang bersiap untuk berlayar kembali mencari pulau impian hakiki yang sampai kini belum juga terlihat dalam peta samuderaku.
Tahukah kau kawan,
saat aku sedang mengitari pulau tinggalku sekarang, sebuah badai mendamparkanku ke pulau yang pernah ku lihat dari bibir pantai. Anak pulau yang timbul tenggelam. Suatu masa pernah terlihat, namun tenggelam kembali kemudian.
Kini aku berdiri diatasnya. Pulau terjal yang penuh persaingan untuk hidup. Dan aku harus tinggal berebut udara agar bisa bertahan bernafas.
Perahuku koyak kawan, aku butuh kayu untuk menambal atau bahkan membuat perahu baru. Untuk itu aku harus rela berpeluh keringat, air mata bahkan darah jika perlu demi mendapat sebatang kayu kokoh bagi perahuku.
Entah kawan, aku merasa nyaman dalam arena pacu pulau ini. Ada hal yang membuatku bersemangat terus maju dan maju.
Dan kawan,
sepanjang hari aku sibuk berkejaran dengan waktu. Aku nyaris lupa dengan pulau impian hakiki yang masih menjadi misteri akankah kutemui. Perahuku pun belum tersentuh perbaikan sama sekali. Aku malah asyik tawar menawar dengan hari, gerangan kayu apakah yang cocok untuk mengarungi samudera dimana kemungkinan pulau impian hakiki berada.
kadang nyaris menyerah kawan,
tapi pertunjukan tidak boleh berhenti, kan? Atau kalian akan menyesal!
Dan tahukah kau kawan,
sebentuk kata-kata panjang ini kuharap bisa membawaku kembali berlayar menempuh kiloan samudera yang setiap saat bisa saja mendamparkanku kembali pada pulau asing yang tak ku ingin.
Dan kawan,
Sesungguhnya dibalik setiap terdamparnya perahuku, ada kuasa Agung yang telah menulisnya dalam angin. Aku selalu kalah dengannya. Aku yang lulusan pulau birokrat latah menghujat-Nya sebagai biang langkah tertatihku. Aku marah, aku nyaris berbuat anarkhi.
Tapi kawan, tanpa ku sadar tulisan angin yang membentuk badai itu ternyata perlahan menguatkan perahuku.
Oktober Still Love
Sedikit tergelitik dengan acara reality show berjudul ‘Masihkah Kau Mencintaiku?’ Apalagi waktu kebetulan menonton tema yang diajukan mengenai suami yang tidak lagi perhatian seperti saat bulan madu dulu, eh, kemudian menuduh selingkuh.
Jika benar terjadi perselingkuhan bukankah seharusnya pihak yang diselingkuhi introspeksi diri? Bukannya langsung men-jugde bahwa itu murni kesalahan suami/istri yang selingkuh. Ngaca dunk, say! Sudahkah kau memberikan yang terbaik bagi dia. Sudahkah kau menjalankan hak dan kewajiban sebagai suami/istri secara seimbang.
Bukannya berheboh ria memanggil kru TV untuk mem-blow up (dimana ‘maluku’ berada saat itu; sepertinya tidak lagi di
Yeach! Mungkin itu bukan urusanku juga. Tapi ku punya sebuah cerita menarik tentang masihkah dia mencintai kita.
Sebuah kisah yang mungkin bisa menjadi cermin bagi kita, agar tidak langsung main tuduh yang kelak justru bisa berakibat fatal.
Kisah ini ku ambil dari buku ‘Indahnya Kegagalan’ pengarang Yusron Pora.
Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan hangat. Kami telah menjalani masa perkenalan 3 tahun, waktu yang cukup lama untuk mengenal dia sebelum masuk masa pernikahan yang sudah saya jalani selama 2 tahun ini. Terus terang saya mulai lelah dengan pernikahan kami. Segala alasan yang menyebabkan saya mencintainya berubah menjadi sesuatu yang membosankan.
Saya seorang yang sensitif dan berperasaan halus yang selalu menginginkan romantisme dengan pasangan. Sayang, suami saya kurang sensitif dan tidak bisa menciptakan suasana yang romantis seperti yang saya inginkan.
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya yang ingin bercerai dengan dia. Dia terkejut dan menanyakan alasannya, “Mengapa?”.
“Saya lelah, kamu tidak pernah memberikan cinta yang saya inginkan”.
Dia hanya terdiam dan sepanjang malam malah berada di depan komputernya. Kekecewaan saya semakin bertambah, saya pikir buat apa mengharapkan seorang pria yang bahkan saat seperti ini pun tidak menampakkan reaksi apapun. Begitu dingin!
Keesokan paginya dia bertanya, “Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?”
Saya menatapnya dalam dan menjawab dengan pelan, “Saya punya pertanyaan, jika kamu dapat menemukan jawaban yang ada dihati saya, saya akan berubah pikiran.
Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?”
Dia termenung dan akhirnya berkata, “Saya akan memberikan jawabannya besok.”
Hati saya langsung gundah mendengar responnya.
Keesokan paginya ketika saya bangun, dia sudah tidak ada di rumah. Saya hanya menemukan selembar kertas dengan coretan tulisan tangannya di bawah segelas susu.
Tulisan itu berbunyi;
Sayang, aku tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tapi ijinkan aku menjelaskan alasannya.
Kalimat pertama sudah menghancurkan hati saya, tetapi saya lanjutkan membaca.
Kamu mengetik di komputerku dan selalu mengacaukan program PC-nya, kamu lalu menangis di depan monitor. Pada akhirnya aku harus memberikan jari-jariku agar bisa membantumu memperbaiki programnya.
Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan aku harus memberikan kakiku supaya bisa mendobrak pintu, membukakan pintu untukmu ketika pulang.
Kamu suka jalan-jalan keluar
Kamu selalu pegal-pegal pada waktu ‘teman baik’mu datang setiap bulan, dan aku harus memberikan tanganku untuk memijat kaki dan pinggangmu yang pegal.
Kamu lebih banyak di rumah, dan aku selalu khawatir kamu akan menjadi ‘aneh’ hingga aku harus memberikan sesuatu yang dapat menghiburmu atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami.
Kamu selalu menatap komputer, membaca buku yang tidak baik untuk kesehatan matamu, dan aku harus menjaga matakku agar ketika kita tua nanti aku masih dapat membantumu menggunting kuku dan mencabut ubanmu.
Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar cantik seperti cantiknya wajahmu.
Tetapi sayangku, aku tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Aku tidak akan sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku.
Sayangku, aku tahu ada banyak orang bisa mencintaimu lebih dari aku mencintaimu. Untuk itu sayangku, jika semua yang telah diberikan oleh tanganku, kakiku, mataku tidak cukup bagimu, aku tidak bisa menahan dirimu untuk mencari tangan, kaki dan mata lain yang dapat membahagiakanmu.
Air mata saya jatuh ke atas tulisan dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha membacanya,
Dan sayangku, jika kamu telah selesai membaca jawabanku. Jika kamu puas dengan semua jawabanku dan tetap menginginkan aku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita.
Aku sekarang berdiri di depan pintu menunggu jawabanmu.
Jika kamu tidak puas, sayangku. Biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.
Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri tepat di depan pintu dengan wajah penasaran. Di tangannya tergenggam setangkai gelas berisi susu dan roti kesukaanku.
Akhirnya saya tahu bahwa tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintai saya. Ternyata cinta yang dia berikan kepada saya telah hadir dalam bentuk lain yang sama sekali jauh dari bayangan saya. Cinta romantis yang penuh dengan bunga, tidak lebih baik dari tangan, kaki dan mata yang dia persembahkan untuk saya.
So, masihkah dia mencintaiku?
Tanyalah hatimu yang paling dalam, kemudian bercerminlah sudahkah kita memberinya hal yang serupa.
Cermin Hati dari Dareschool
Facebook Haram on JUni
Facebook Haram
Tema agak jadul nich. Tapi penting untuk diketahui.
Waduh, baru saja buat facebook kok malah jadi haram. Apa karena aku ikutan nee…?
Itu komen pertamaku. Facebook haram? Why?
Padahal facebook kalau dipakai secara wajar bisa untuk sarana komunikasi yang efektif, apalagi sekarang sudah bisa pake HP. Facebook juga bisa menjadi ajang reuni bagi pengguna yang ingin menemukan teman-teman lama yang telah hilang kontak. Bertukar pikiran, rasa dan suasana.
Awalnya sempat malas ikut situs jejaring semacam itu. Tapi didorong oleh rasa penasaran jadi ketagihan (kik kik….). Ingin selalu tahu perkembangan teman-teman dan berbagi banyak dengan mereka.
Menurut Dani Muhtada facebook itu memiliki fungsi yang sama dengan desa ataupun kota. Para anggota dapat melakukan aktifitas apapun untuk menunjukkan eksistensi mereka, sebagai manusia yang secara sunnatullah hidup dalam jejaring sosial bagaimanapun bentuknya. Baik berinteraksi langsung maupun melalui sebuah sarana yang lebih canggih berupa internet.
Seperti halnya kota sebagai wahana interaksi, dalam wahana facebook seseorang dapat melakukan berbagai aktifitas seperti bertukar pengalaman, menawarkan barang, melakukan dakwah bahkan melakukan kejahatan social yang mengacu pada tindakan yang diharamkan. Lantas apa kemudian sebuah kota dengan aneka macam kegiatan baik dan buruk tersebut bisa difatwakan haram?
Facebook hanya sarana yang bersifat netral. Jika diibaratkan lagi pakai mobil, kendaraan ini dapat digunakan sebagai sarana transportasi berangkat kerja, mengangkut orang sakit, dsb. Tapi juga bisa digunakan untuk melakukan aksi kejahatan perampokan, ke tempat-tempat mesum dan segala hal yang tidak dibenarkan oleh agama. Apa kemudian setelah tahu mobil bisa untuk melakukan tindakan kriminal mobil juga diharamkan?
Mari kita ibaratkan lagi facebook seperti sinetron/film. Dalam penayangan sinetron/film bukannya juga banyak mengandung unsur-unsur pornografi dan kekerasaan yang justru secara pasif kita cuma bisa menerima tanpa bisa menolak secara langsung. Di suguhi tiap menit, jam, hari dengan adegan-adegan dan kata-kata yang kadang kasar dan berbau mesum. Lalu mengapa sinetron/film tidak difatwakan haram?
Mengutip lagi pendapat dari Dani Muhtada, empat kemungkinan mengapa facebook diharamkan.
Pertama,
Para peserta musyawarah FMPP Jawa Timur tidak sesungguhnya tahu apa itu facebook. Seandainya tahu mungkin pengetahuan tersebut didapat dari orang ketiga yang bukan pengguna facebook aktif.
Kalau informasi didapat dari pengguna, sangat mungkin informasi itu tidak utuh, akibatnya keputusan yang diambil atas dasar informasi yang tidak valid. Garbage in garbage out. Jika data yang didapat benar, hasil analisis benar. Jika data kabur, hasil analisanya dipastikan ngabur.
Kedua,
Para peserta mungkin mengetahui apa itu facebook, namun gagal mengidentifikasi persoalan dengan tepat. Ada kekhawatiran facebook akan melulu digunakan untuk hal-hal mesum dan maksiat. Maka tanpa meninjau lebih lanjut mereka segera mengeluarkan keputusan haram tersebut.
Ketiga,
Para peserta paham apa itu facebook dan mampu mengidentifikasi persoalan. Namun mereka gagal menerapkan teori hukum Islam.secara tepat. Ada fiqh yang menyatakan: “Hukum instrumen sama dengan hukum peruntukan”.Namun kaidah ini tidak bisa digeneralisir untuk instrumen yang bagian-bagiannya memiliki fungsi beragam. Penggunaan satu fungsi yang haram tidak serta-merta mengharamkan fungsi yang mengandung manfaat.
Keempat,
Peserta FMPP memahami apa itu facebook dan mampu mengidentifikasi persoalan sesungguhnya. Mereka hanya mengharamkan facebook pada penggunaan yang tidak sesuai dengan syariah, bukan facebook itu sendiri. Hanya saja umat menangkap secara keliru.
Jika ini yang terjadi maka yang diperlukan adalah sikap tabbayun tentang keputusan tersebut. Sikap ini sangat penting agar masyarakat pengguna facebook tidak resah dan tidak menuduh FMPP telah membuat keputusan tanpa basis pengetahuan yang memadai.
Jadi kemungkinan mana yang mungkin benar tentang fatwa facebook haram tersebut?
See ajah ;D!
Yang jelas adalah langkah kita sebagai pengguna facebook harus jeli menyikapi tentang fatwa haram itu. Jika masih sebatas say hello pada teman, bertukar pengalaman, pikiran dan rasa semoga tidak pada kategori haram, yach?
Sumber: SM 27 Mei 09, Dani Muhtada.
Fever Facebook on May???
DEMAM FACEBOOK
Bermain2 dengan facebook asyik banget yach?
Tapi kalo terlalu asyik ada efek sampingnya lo, apalagi sampai nyandu facebook (situs jejaring social; secara umum)..
Menurut penelitian para ahli situs2 ini memicu orang untuk mengisolasi diri. Meningkatnya isolasi diri dapat mengubah cara kerja gen, membingungkan respon kekebalan, level hormone, fungsi urat nadi dan merusak performa mental.
Orang2 yang terbiasa berkomunikasi melalui facebook akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Pada anak dan remaja bisa merusak secara perlahan kemampuan sosial dan dalam membaca bahasa tubuh.
Ancaman facebook pada tubuh jelas menimbulkan sakit punggung karena berlama-lama duduk di depan komputer, merusak mata, depresi dan sulit berkonsentrasi akibat kurang tidur. Obesitas juga ikut mengancam loh, coz kita jadi malas berolah raga.
Nah, temen2 sudah pada taraf ketergantungan?
Check it out!
1. Tidur larut malam akibat asyik mengakses facebook
2. mengaksesnya lebih dari 2 jam
3. Terobsesi menemukan kawan lama melalui facebook
4. Mengabaikan pekerjaan demi berlama-lama mengakses facebook
5. Merasa tak bisa hidup tanpa facebook.
Jika mengakses facebook masih sebatas sign in, mengomfirmasi frend request lalu sign out, masih aman, coy!
Setidaknya resiko kanker, stoke bahkan pikun sebatas mengintai saja belum berani menyerang.
paling nggak terhindar dari kantong kering;D.
sumber: SM, Radar Banyumas
April 09
Bicara tentang keberuntungan…..?
Hem,
Benar ada gak sih yang namanya keberuntungan?
Kalau tiba-tiba lihat orang dapat undian, kita akan bilang betapa beruntungnya dia
Kalau lihat orang dapat pekerjaan yang hebat, naik pangkat kita akan berujar beruntung sekali
Kalau kita lihat orang menikah dengan pasangan yang tampan/cantik, kaya, kita juga akan berdecak ah, beruntungnya
Tapi dalam kamusku kok tidak ada yang namanya keberuntungan (bagaimana dengan Anda?)
Pengin dapat undian, yang ada cuma gigit jari sendiri
Pengin punya pekerjaan impian, setelah berurai leleran keringat, air mata akhirnya cuma bisa mengagumi orang yang berhasil meraihnya
Saat ingin menikah pun, aku harus menjadi seorang pejuang tanpa takut mati (rasa)
Pokoknya semua yang kumiliki sekarang melalui usaha yang berdarah-darah
Itu pun tak selalu dapat apa yang kita inginkan.
(How about U?)
Jadi keberuntungan itu apa?
Kok mudah ya kita berkata tapi tidak tahu makna dibaliknya
Atau cuma aku saja yang begitu dungunya
Yang jelas,
Sepertinya memang tidak ada ya yang namanya keberuntungan.
Kalau pun ada itu merupakan karunia Tuhan yang tak terkira sebagaimana mukjizat untuk para nabi.
Berapa persen kemungkinannya……?
Refleksi
Nyaris terlupa kah?
Bagian tubuh kita itu mungkin telah menguar menyatu dengan alam
Masihkah kita merasa lengkap?
Saat celoteh, tawanya tak lagi bergema di antara telinga kita
Bagaimana kabarnya, kawan?
Pernahkah kita menanyakan lewat lantun doa tengah malam
Jika ini cinta tentang sobat setia
Masihkah terkenang setiap derik laku baiknya sebagai teman dia menyusuri ruang untuk merintis kita kelak
Sudah 3 tahun berlalu bukan….
Semoga dia tetap bersemayam dalam benak kita
In memoriam Indra Wijaya
Valentine on Februari09
Pilihan Untuk Menikah
Teringat sebuah tulisan tentang pilihan dalam menikah dari seorang teman. 
Mumpung momentnya pas di bulan kasih sayang (katanya)
Ini dia pilihan tentang menikah or tidak menikah.
Sesungguhnya menikah pun adalah sebuah pilihan hidup. Seperti halnya saat kita memilih sekolah, pekerjaan, memilih baju, sepatu, sandal, memillih menu makanan.
Selalu ada pilihan dalam hidup.
Jika ada orang yang memilih untuk jadi bujangan seumur hidup itu pun pilihan baginya.
Jika ada seorang wanita yang tidak ingin menikah itu pun pilihan hidupnya.
Entah dengan alasan apa mereka memutuskan untuk menyendiri yang jelas itu pilihan hidup mereka yang harus dihormati. (melihat dari lingkungan sekitar banyak yang hingga usia mendekati senja masih melajang, dan tampaknya mereka begitu menikmati hidupnya tuch! Gak tau ya, dalamnya?)
Mungkin awalnya mereka ingin menikah, tapi sepertinya ada sebentuk trauma yang menenggelamkan keinginan untuk menikah tersebut.
Pernah terlintas pula dalam benak untuk tidak menikah saja, bebas berpetualang ke dunia yang luas ini tanpa ada yang mengganduli.
Terbang dari satu pucuk dunia ke pucuk dunia yang lain.
Terbayang begitu menyenangkan. Tidak akan ada yang mengekang gerak langkah kita. Karena hidup ini hanya untuk kita.
Tapi entah kenapa mendadak muncul sebentuk kerinduan yang aneh. Apalagi setelah teman-teman terbaik satu-persatu pergi mencari sesuatu yang mereka sebut cinta.
Ah….. betapa sepinya.
Pilihanku untuk tidak menikah perlahan tapi pasti meluntur. Apalagi ada satu keinginan terbesar untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi. Ku pikir satu-satunya jalan adalah dengan cara menikah, aku bisa menjadi seorang yang sempurna (sempurna secara manusia, karena sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Sang Pencipta).
Menjajal satu tantangan hidup lain tidak ada salahnya, bukan?
Rasakan saja sensasinya seperti saat kau sedang menjelajah dunia. Bukankah satu buah pribadi juga memiliki misteri untuk diselami.
Bukankah jika kau ingin mengelilingi dunia, berdua lebih ceria berwarna daripada sendiri dalam sunyi?
Akhirnya kumantapkan memilih menikah saja sebagai pilihan hidup.
Dan tahukah kau?
Pilihan ini tidaklah salah.
Aku merasa sedang menaiki grafik perbaikan diri.
Ada kenyamanan bersemayam
Ada ketenangan bersarang
Aku jadi lebih mencintai hidupku dari sebelumnya.
Niwey, terlepas dari pengalamanku tersebut
Menikah tetaplah menjadi sebuah pilihan hidup
Pilihan hidup untuk menjadi lebih baik
Pilihan hidup menjadi umat Rosulullah yang sebenarnya
or pilihan untuk menempuhi surga dengan jalan suci yang lain.
nOV 08
♪Mimpi adalah kunci kita menaklukkan dunia
Berlarilah, tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya……♫
Betul banget Nidji tu!
Barrack Obama saja bisa terpilih jadi Presiden Amerika Serikat karena dia teguh menggenggam mimpinya sedari dia masih SD di Indonesia dulu.
Lalu kita?
Sudahkah kita bermimpi? (bukan mimpi bunga tidur looh!)
Sudah dapatkah apa yang kita impikan itu?
Yang jelas bicara tentang mimpi jadi ingat tentang mimpi-mimpiku dulu dan mimpi-mimpiku sekarang.
Dulu nee, pas masih SD aku pernah bermimpi ingin jadi atlet silat. (Eh, SMA kesampaian mencicip rasanya jadi atlet yang berlaga. Meski cuma sampai tingkat PORKAB. Lumayan, dapat peringkat III)
Selanjutnya bermimpi ingin bisa naik gunung. (Setelah kuliah malah jadi maniak gunung).
Bermimpi ingin jadi penulis. (he… masih dalam proses, alhamdulillah dah ada tulisan yang termuat di media).
Bermimpi ingin menikah (insyaAllah tahun ini mo nikah).
Wouuwh, wonderfull life!!!
Dan tau gak semua itu berasal darimana? Dari mimpi, kawan! Dari mimpi yang selalu kugenggam. Begitu ada kesempatan, tebas abis!
Rhonda Bryne juga berbagi rahasia dalam The Secret. Dia bilang kunci sebuah kesuksesan tuh berasal dari mimpi.
Kalau kita terus mendengungkan apa yang kita mimpikan dalam hati dan lisan, alam semesta akan mendengar dan membantu kita untuk mewujudkan. Kata Rhonda lagi, mimpi kita itu akan punya daya magnet untuk menarik apa yang kita impikan.
Otot-otot, sel-sel dan darah dalam tubuh secara otomatis menuntun bergerak ke arah mimpi.
Gak percaya?Coba deh, tanya orang-orang sukses dan terkenal. Pasti jauh-jauh hari mereka telah bermimpi akan menjadi….
So, bermimpilah kawan!
Bermimpilah sambil terus bersangka baik pada hidup.
Yeah, misal mimpi kita datang tak sempurna, syukuri saja. Tak ada yang sempurna di dunia.
Positif thinking, saja. Semua melalui proses tidak bisa terjadi seperti sulap Dedy Corbuzier. Nikmati saja.
Semua akan indah pada waktunya.
Kata sandinya teruslah bermimpi karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi kita. (mengutip dari salah satu buku Tetralogi Laskar Pelangi)
SEPTEMBER 08
Lebaran sebentar lagi…..
Bermaaf2an lagi
Lalu membuat kesalahan lagi.
Begitu terus
Kadang jadi terpikir semua tu percuma :D
Lagipula kebanyakan dari kita puasa cuma menahan lapar dan dahaga
Emosi, amarah, ego, nafsu tetap jalan
Betul begitu??
(Yup!)
Sama dong…!!! (he3)
Ternyata menaklukan diri sendiri tuh sangat sulit yah, lebih mudah menaklukan ribuan gunung menjulang.
Dan rasanya gak salah jika saat ini cita-cita terbesarku adalah menaklukan diri sendiri.
Dan bulan ramadhan merupakan moment terindah dalam rangka melatih dan belajar guna mencapai tahap penaklukan itu.
Tapi mang susah euuy!!!!
Masih saja menuruti nafsu,
Masih saja terbersit kesal
Masih saja ego meninggi
Walah, gimana?
Di tambah sifat dasar yang kurang sabaran dan mudah terpancing emosi
Cuma ada satu hal yang lumayan sukses meredam semua itu.
Kata2 motivasi untuk diri sendiri ternyata cukup manjur loh
Ex
Sabar, sabar….
Sadar, sadar xie! (sambil menarik nafas)
Hembusan kata2 tersebut obat jiwa yang canggih
GaK percaya?
Buktiin saja.
Niwe, Lebaran kali ini bisa nemu Fitri eh, ketemu mbak fitri ( ) maksude suasana jiwa, hati yang mendekati fitri enggak ya…..
Pantes gak cih kita merayakan lebaran yang sejatinya adalah perayaan bagi kemenangan pengendalian diri.
Merayakan lebaran yang berisi. (Bukan berisi lontong sayur dan kue nastar…)
Smoga
Dan semoga ramadhan dan lebaran tahun depan lebih baik lagi.
Minnal Aidzin Wal Faidzin.
Taqqobalallahu Mina Wa Minkum.
Agustus 08

Hmm…. Nyummmy, tenan!
Udah murah, praktis pula.
Gak harus repot untuk membuat mie rebus dengan aneka rasa. Tinggal sobek, plung, matang deh. Siap makan, meski kandungan gizinya cuma bikin kenyang.
Dengan petunjuk penggunaan yang simple, anak kecil pun bisa buat sendiri.
Pertama rebus air hingga mendidih, masukkan mie diikuti bumbu-bumbunya, aduk-aduk bentar, siap disajikan.
Gampang kan?
Gak perlu ribet ngolah dari gandum ke adonan siap giling. Gak perlu menyiapkan bumbu-bumbu lalu menggerusnya. Gak perlu nyiapin sayuran biar bisa ada variasinya. Yang jelas semua bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat mie adanya di pasar. So, gak perlu repot-repot ke pasar mencari uba rampe untuk menciptakan semangkuk mie yang nyummy.
Setelah makan mie, kok jadi ingat sama tradisi UPL ya?
Denger-denger biar gak ketinggalan era mie instant, UPL jadi latah ikutan bikin AB instant.
Gak perlu yang ribet-ribet asal cepat, praktis meski tanpa kandungan gizi (baca:pengetahuan&skill) memadai yang penting siap dilabeli NRP okelah, jadi.
Cara buatnya:
Panasin kompor lalu tuang AM ke dalam wadah doktrinasi dilarang pake imaji sendiri. Kemudian motivasi untuk membuat mie instant, eh, pengembaraan yang nyummy. Deket ajah, yang gak pake duit ajah, yang prosedurnya gak ribet ajah, yang gak perlu ke pasar ajah.
Jadi deh! Yang penting siap santap. AB instant berlabel NRP kilat.
Hmm, jadi inget jaman dulu kala saat majapahit masa berjaya.
Kalo masak tuh harus pake sayur yang dibeli di pasar. Pake beras pula. Berat mikul-mikulnya, tau!
Tapi justru itu kita jadi kuat, try out nya aja mikul beras, he..
Masih kudu meracik-racik bumbu, motongin sayuran, niupin perapian, gongseng semua bahan yang telah disiapkan, baru bisa kenyang.
(Ini mo jadi Mapala ato Koki seeh!)
Niwey, dibalik semua keribetan tersebut banyak manfaat yang bisa diambil.
Kesabaran menjalani proses, ketabahan ketika harus berpanas menghadapi gonggongan waktu, lalu ketekunan dalam mengolah pengetahuan dan skill akan membuat rasa mint (mental)yang keluar dari masakan terasa alami.
Tangguh, pantang menyerah, maju terus pantang mundur membela yang benar (ups, ini bukan iklan parte lo) demi mewujudkan cita-cita berkibar di puncak dunia.
Lalu, jika yang terbuat adalah mie instant yang bisa menyebabkan kanker….kira-kira kelak masih bisa hidup sehat gak ya?
Juli 08
Aku dan Sahabat
Rasanya baru kemarin aku dan dia bercerita lalu menertawai hidup kita
Rasanya baru kemarin aku dan dia bermimpi tentang asa himalaya
Sepertinya baru kemarin aku dan dia berlomba dengan cinta
Sepertinya baru kemarin aku dan dia mengandai jika kita tua
Ternyata sudah bertahun-tahun, kawan!
Akhirnya pun, satu persatu engkau berlalu mencari mimpi sendiri
Mimpi yang memang seharusnya engkau genggam
Melalang buana menjadi penyangga bagi bumi yang engkau idamkan
Dan,
kawan.
Aku masih di sini.
Masih di tempat dimana kita dilahirkan bersama……
Sendiri, kawan.
Kadang kesepian.
Adakah rasa rindu menyelinap sejenak ke dalam relung kalian?
Aku selalu, kawan!
Pernah aku bermimpi indah tentang kita.
Kita bersama berjalan melintasi padang sabana, berlarian dengan riang, tertawa-tawa berkejaran. (ini asli mimpi bukan fiksi)
Ketika terbangun, sebuah tangan menamparku dengan kuat.
Wake up girl!
Jangan selalu berharap mereka akan terus mengitarimu.
Hidup mereka bukan hidupmu!
Wake up!
Jangan berjalan dengan menghadap ke belakang, lihatlah ke depan.Hidupmu ada di depan,
Kawan sejatimu mungkin sedang menanti di ujung matahari sana
Seorang kawan sejati yang akan bersedia membagi hidupnya denganmu sepanjang umur.
Seorang kawan sejati yang bersedia menyerahkan hidupnya untukmu
Carilah dia!
Fiuh…..
Apa aku terlalu silau dengan persahabatan itu?
Mungkin aku terlalu mendewakannya hingga aku lupa, bahwa aku memang harus mencari partner hidup yang sesungguhnya.
Sudahkah aku terbangun untuk itu?
Smoga saja aku semakin membuka mata. Kemudian beranjak keluar mencari sang partner yang terjanjikan.
SEPOTONG INFO
Alhamdulillah, akhirnya karyaku ada lagi yang terpublikasikan. Setelah menunggu bertahun-tahun lamanya…..
Cerpen Tujuh Puncak dan Dua Pria-ku
Judul cerpen yang baru aja termuat di majalah Kartika edisi Juli, awalnya kupakai buat ikutan lomba menulis cerpen di Majalah Ummi. Well, penjurian sangat ketat. En mungkin juga karena faktor kurang religius (pasti) so, gak menang deh!
Kira-kira dua bulan lalu aku lalu iseng ngirim ke majalah Kartika.
Toreng toeeereeeng…… DI MUAT oiyy!!!
Cerpen ini merupakan karya ketiga ku yang berhasil nembus ke public.
Karya pertamaku, berupa tulisan untuk surat biru (judul acara aslinya lupa) dah bertahun-tahun lalu, pas baru masuk kuliah. Seneng banget, meski gak dapat honor.
Karya keduaku, berupa sinopsis cerita untuk FTV yang diadain oleh majalah Gaul. Waktu itu di film kan juga loooh, di INdosiar untuk FTV Musikal yang main anak-anak AFI. Judulnya HUH, SEBEEEL….. pemain utamanya personel T-Two (Tiwi & Tika).
Lumayan dapat hadiah 1 juta.
Meski sedikit ilfill juga. Bayangin ajah, cerita yang udah kurangkai dengan indahnya dihancurin ma penulis skenarionya.
So, jika Habiburahman penulis Ayat-ayat Cinta pernah bilang “Sori, lebih bagusan novelnya ketimbang filmnya”
Setuju banget!
I think Bang Habib bilang gitu karena merasa ilfill juga sama ma aku. Tapi duluan ngerasain ilfill aku dunk! FTV ku tuh tayang 2 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2006.
Niwey, ditengah ke-ilfill-an, bangga jelas ada.
Akhirnya…..
dan Alhamdulillah….
Smoga dengan adanya karya ketiga yang go public ini akan membuat karya-karyaku yang lain ikutan berkelana ke media-media yang ada di Indonesia. Mohon doanya!
Robek-robeklah badankuPotong-potonglah jasadku
Tetapi jiwaku yang dilindungi benteng merah putih
Akan tetap hidup menuntut bela
Siapa pun lawan yang aku hadapi
pangsar soedirman
Lihat Kartu Ucapan Lainnya
(KapanLagi.com)
Telat nich, niwey, coz masih di suasana ultah yang jatuh pada tanggal 8 Juni kemarin. So, masih boleh dunk ngucapin met ultah. Hihi…..
Yup!
Nyaris kepala tiga.
Apakah nanti UPL akan semakin dewasa?
dengan mereguk banyak prestasi di dalam negeri* dan luar negeri?
(*dalam tubuh UPL sendiri; perbaikan diri sendiri)
Smoga!
Semoga sesuatu yang tertangkap radarku tidaklah benar.
UPL sekarang hanya sekumpulan genk pencinta alam plus biro jodoh?
Ada semacam bias geeto…. dari kata pencinta.
Apa karena dah mendekati kepala tiga membuat si burung hantu ingin segera menikah, dan terus mengibarkan sinyal-sinyal cinta?
Niwey, gak salah dengan yang namanya cinta.
Tapi, jika cinta membuat si burung hantu jadi terluka?
dan melahirkan jiwa-jiwa yang rapuh karena cinta
(bubar saja!) Ups!
Review saja deeng, bercinta yang sehat.
Be professional!
Bisa memilah mana urusan hati en mana yang urusan organisasi
Skali lagi
Happy b’day UPL-ku
Teruslah kepakkan sayapmu
dan
Terbanglah ke puncak-puncak dunia….
UPL……UPL……UPL……..
Lagi, lagi dan lagi,
di bulan valentine ini UPL melahirkan tunas-tunas yang akan mengokohkan akar tempat berteduhnya Sang Burung hantu.
23 Anggota Muda WISNU ANDALAS menggeliat menatap cahaya pagi Tegal Katilayu yang akan membimbing mereka mengenal tubuh yang telah menelurkan mereka, UPL.....
Semoga kehadiran jiwa baru itu dapat membawa panji UPL semakin berkibar di puncak-puncak dunia.
Vantaxie I/07
Ibu kita Kartini, putri sejati
Putri Indonesia, harum namanya...... (mumpung aroma bulan April masih tercium, mumpung harum RA Kartini masih semerbak, hehe.....) Nggak telat banget kan? Moga!!
Potongan bait lagu Ibu Kita Kartini. Wanita ini adalah penginspirasi bagi kesetaraan derajad antar pria dan wanita.
Melalui surat-suratnya kita tahu bahwa jiwa pemberontak Kartini begitu tinggi. Dia ingin wanita tidak hanya sebagai kanca wingking yang selalu tertindas. Tapi lebih dari itu, wanita yang juga punya pikiran, kecerdasan ingin pula dihargai dibidang lain tidak hanya sebagai teman belakang.
Sekarang keinginan Kartini telah terwujud.
Banyak sudah wanita-wanita Indonesia yang berkiprah layaknya seorang pria. Contoh nyata, Indonesia telah menorehkan sebuah sejarah dengan hadirnya presiden wanita pertama di
Indonesia yaitu Ibu Megawati.
Oke, tapi jangan terlena dengan yang namanya emansipasi.
Yang namanya emansipasi tuh, bukan untuk saing-saingan dengan pria. Menunjukkan bahwa wanita itu mampu berkuasa. Tidak!
Tapi lebih pada pencarian penghargaan terhadap derajad perempuan yang sudah sejak dulu selalu terjajah oleh pria.
Emansipasi, bukan berarti kita terus melupakan kodrat kita sebagai seorang ibu (bagi yang sudah menikah), dan calon ibu yang akan melahirkan, mengasuh dan mendidik putra-putrinya agar menjadi generasi penerus bangsa yang sehat jasmani dan rohani beriman serta berguna bagi nusa dan bangsa.
Alangkah hebat wanita itu.
Jika di tengah kesibukannya sebagai wanita karier yang bekerja, dia tetap bisa dan mampu menata rumah tangganya dengan baik.
So, sebagai wanita. Keep struggle!
Melakukan peran ganda, kenapa tidak?
Aprex, 3 April
Akap, 29 April
Kokom, 4 Mei

Leni&Crist, 8 Mei
Ita, 11 Mei
Indra, 27 Mei
Juni, 29 Juni
Moga selalu diberikan kemudahan dan berkah dari Tuhan. Goodluck in your life!!!!
CINTA INI
Kami berempat tenggelam dalam keheningan yang tersayat. Mungkin ketiga temanku sedang menikmati nuansa kenangan saat bersama Ika, sama seperti aku. Ika, cewek ramai yang punya banyak kawan itu ……. Cewek yang hobi nonton bola itu……Cewek yang beberapa waktu lalu berduka atas kematian ayahnya…..Cewek yang ternyata diam-diam tanpa sengaja aku suka….Ah, cewek itu….
Tidak ada.
Apa mungkin dia hanya kawan ilusi kami?
lengkapnya buka sini!
SORE ITU…….
Sore itu……
membuncah
Melahirkan hujan mata,
basah
Sore itu…..
Wajah-wajah kaku menyatu
Menatap sosok bisu yang telah terbelenggu kata takdirnya,
mati
lengkapnya buka sini!

INDRA WIJAWA IN MEMORIAM
Vantaxie Febuari 07
Happy Valentine!!!
Mari berbagi cinta dengan semua mahluk ciptaan-Nya
Meski tidak harus dihari valentine
kapan pun,
di mana pun,
pada siapa pun bagilah cinta untuk mereka
Keep peace and love jangan hanya sekadar slogan semata
Do that!
Get spirit of love ‘n change the world with truly love
Sebenarnya cinta itu apa sih?
Pengin tahu? buka sini!
Semoga sehat dan bahagia selalu …….love U Mom!


Tahukah kau?

Sejak itu aku menjadi gila,
sungguh tergila-gila pada pancaran gerak lakumu
melupakan realita penantian lalu yang bersisa sia-sia
Entahlah,
Otakku mendadak buntu, meski aku mungkin cukup ahli dalam hal menggombal lewat tulisan
Kali ini aku terperangkap dalam lubang hitam kata, tanpa dasar hingga aku tak bisa keluar tuk berucap sebagaimana rasaku sesungguhnya
Terjebak dalam tuntunan nafsu
Gelisah dengan detik mengangan tentang dirimu
Kebimbangan menonjok telak ke jiwa. Membuat aku limbung memilih antara kebohongan atau kenyataan
Meski hati tak pernah bisa menipu hasrat setiap kehadiran selintas bayangmu
Ingin kembali menatapmu tanpa perlu kau berpaling padaku
Tanpa perlu menyentuh palung hatimu yang bukan untukku
teguhlah pada cintamu
lanjutannya lihat sini!
SAAT AKU MENYADARINYA DIA TELAH JAUH

“Sorry Mas, kakinya!” cewek itu mengangkat kaki Rudi ke lututnya. Dengan cekatan dia mengorek-ngorek bagian dalam luka Rudi yang sudah ditetesi pakai rivanol. Sesekali Rudi meringis menahan rasa sakit.
“Tahan sedikit.” ucap cewek itu seperti paham apa yang sedang Rudi rasakan. “Biar bersih dan tidak infeksi.”
Gerak selanjutnya dia mulai memotong kain kasa yang dalamnya diberi sedikit kapas lalu diberi sedikit antiseptik semacam obat merah. Kain kasa yang terlipat rapi itu kemudian ditutupkan pada luka Rudi dengan bantuan plester.
“Auu!” erang Rudi. lanjutannya disini!
Vantaxie Jan 07
Happy New Year….
Selamat tahun baru 2007 dan Selamat Tahun Baru Islam 1428 H
Kelahiran jiwa baru yang dipenuhi dengan kedamaian dan kesucian hati
Kelahiran jiwa baru bagi perubahan tindak perilaku yang lebih baik
Mari bermimpi lagi tentang tahun depan
Mari berharap tahun depan akan menjadi tahun kita
Tetap bersemangat!
Jalani liku pilu kehidupan dengan lapang.
Jangan pernah berpikir untuk mati
berpikirlah bahwa engkau akan hidup seribu tahun lagi
dan tahun esok adalah awal perjalanan hidup bagi seribu tahun ke depan
Semoga kelak kebahagiaan masih ada menemani kita.
But……..
Tahu nggak seeh, manusia tuh sudah memakai kalender jauh-jauh hari sebelum tahun masehi (SM).
Bangsa Babylonia telah menyusun kalender berdasarkan siklus beraturan 29,5 hari dari fase yang terjadi pada bulan. Kalender bulan namanya, kalender ini tidak bisa untuk menandai musim.
Sementara itu bangsa Mesir di zaman yang sama telah menggunakan kalender matahari untuk mengetahui pergantian musim. Kalender matahari yang mereka buat berjumlah 365 hari, tidak jauh berbeda dengan kalender yang digunakan sekarang. lengkapnya lihat sini!
Send this eCard !
Hei, hei, ternyata bapak-bapak napi di sana tidak seseram yang dibicarakan orang atau kita bayangkan.See, kami foto bareng mereka. Bapak2 napi itu sangat ramah dan banyak cerita tentang pengalaman buruk mereka selama menjadi orang yang khilaf dan hari-hari mereka saat dipenjara permisan. lengkapnya lihat sini!
Murka Sahabat Manusia
Jantungku berdegup kencang. Sambutan apa yang akan ku terima?
Keluargaku? Apa mereka akan menyambutku dengan riang? Jauh-jauh hari aku telah mengirim kabar tentang kepulanganku ini.
Aku terkejut ketika laju kendaraanku berbelok ke arah yang tidak semestinya.
“Hei, ini bukan jalan menuju desaku!” seruku.
PENANTIAN
Di antara kehampaan hati aku sungguh berdiam
Di kala sobat-sobatku telah mengayam berjuta tali kasih
Aku masih sibuk bergelut pada siapa kan kutimpakan jalinan kasihku
Hhh…..
Sudut hampa itu sungguh kosong, sedikit berdebu
Tanpa sisa bekas pijakan menodai
Sementara itu,
Kerinduan telah mendesak hebat tanpa bisa ku kuasa melepaskan, masih rapi tersimpan dalam sanubari puisi lain lihat sini!
KATA-KATA BIJAK BULAN INI :












